Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN): Pengawal Keamanan Siber Indonesia

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN): Pengawal Keamanan Siber Indonesia


Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN): Pengawal Keamanan Siber Indonesia

PendahuluanBadan Siber dan Sandi Negara (BSSN) adalah sebuah lembaga pemerintah di Republik Indonesia yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan informasi dan keamanan siber negara. BSSN dibentuk untuk mengonsolidasikan dan mengkoordinasikan semua kegiatan terkait keamanan siber yang sebelumnya tersebar di berbagai institusi pemerintah.

Sejarah PembentukanBSSN didirikan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 53 Tahun 2017 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Mei 2017. Pembentukan BSSN merupakan hasil dari penggabungan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dan Direktorat Keamanan Informasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pada April 2021, Perpres Nomor 28 Tahun 2021 diterbitkan untuk menata ulang organisasi BSSN demi mewujudkan keamanan, perlindungan, dan kedaulatan siber nasional serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.


Tugas dan FungsiTugas utama BSSN adalah melaksanakan keamanan siber dan persandian secara efektif dan efisien. BSSN memiliki berbagai fungsi, di antaranya:
Perumusan dan penetapan kebijakan teknis di bidang keamanan siber dan sandi.
Pelaksanaan kebijakan teknis di bidang tersebut.
Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menyelenggarakan keamanan siber.
Pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur yang mendukung keamanan siber.

Struktur OrganisasiBSSN dipimpin oleh seorang Kepala BSSN yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. Struktur organisasi BSSN diatur dalam Peraturan BSSN Nomor 6 Tahun 2021, yang mencakup berbagai direktorat dan pusat yang menangani aspek-aspek keamanan siber dan sandi.

Peran dan TantanganBSSN tidak hanya bertugas untuk melindungi infrastruktur siber negara tetapi juga berperan dalam menangani ancaman seperti defacement, data breach, ransomware, dan ancaman siber lainnya. Dengan meningkatnya ancaman siber global, BSSN juga menghadapi tantangan dalam memastikan bahwa keamanan siber Indonesia tetap tangguh dan adaptif terhadap ancaman-ancaman modern.

Pendidikan dan PelatihanBSSN memiliki Politeknik Siber dan Sandi Negara (PoltekSSN) yang sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN). PoltekSSN bertanggung jawab untuk mendidik dan melatih tenaga ahli dalam bidang keamanan siber dan sandi. Pendidikan di sini sangat terstruktur dan mengikuti kaidah-kaidah pendidikan formal untuk memastikan kualitas sumber daya manusia yang terlatih dalam bidang keamanan siber.

Kontroversi dan KritikBSSN juga tidak luput dari kritik dan kontroversi, terutama terkait dengan beberapa insiden kebocoran data dan serangan siber yang menimpa lembaga ini sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa meski BSSN memiliki tugas untuk menjaga keamanan siber, tantangan yang dihadapi sangat besar, terutama dalam era digital yang dinamis.



KesimpulanBSSN merupakan institusi vital dalam mengamankan ruang siber Indonesia, menjaga data nasional, dan memastikan bahwa infrastruktur digital negara aman dari ancaman eksternal. Dengan fokus pada koordinasi, pendidikan, dan inovasi, BSSN berusaha untuk terus meningkatkan kapasitas keamanan siber Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman.

Artikel ini memberikan gambaran umum tentang BSSN, perannya, sejarah, dan tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan keamanan siber yang optimal untuk Indonesia.